“Jagalah jantung, jangan kau nodai. Jagalah jantung, lentera hidup ini.”
Adakah keanehan setelah kita membaca secuplik lagu di atas? Pastinya, karena kata “hati” yang sebenarnya lirik asli dari lagu tersebut saya ganti dengan “jantung”. Tidak lazim memang, namun mari kita gali lagi maksud kata “hati” tersebut dengan melihat dari berbagai sisi pandang. Sering kita pahami bahwa kata heart berarti hati atau perasaan. Sedangkan jika kita mengkaji dalam segi bahasa heart berarti jantung, dan hati sendiri dalam bahasa inggris disebut liver.
Jika dalam bahasa Indonesia perasaan seseorang diartikan sebagai “hati” yang berfungsi sebagai penawar racun. Dalam bahasa Inggris, Jepang dan Arab perasaan seseorang diartikan sebagai “heart/kokoro/qolbun” yang berarti jantung, yang mana tanpa jantung seseorang tidak bisa hidup, dan disebutkan pula sebagai pusat seluruh kepribadian, terutama yang berhubungan dengan perasaan dan emosi.
Tanpa melihat terminologi sebenarnya, secara visual pun lambang heart atau (orang awam ada yang mengatakan) love atau cinta, itu lebih menyerupai jantung. Love sebagai sumber kehidupan nampaknya lebih pas jika disandang oleh jantung yang memang terus membuat kita hidup. Lalu bagaimana dengan film “Heart” yang dibintangi Acha dan Irwansyah yang pada inti film itu menceritakan penyakit hati (baca: liver) yang diderita oleh tokoh utama. Apakah kini heart mengalami penyetaraan definisi secara sosial dan medis? Atau hanya oknum-oknum tertentu saja yang berusaha menyetarakannya?
Sebagian pendapat mengatakan bahwa hati memiliki makna ambigu. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, hati mempunyai beberapa arti yaitu: ( 1) organ badan yang berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut, gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu; (2) sesuatu yang ada di dalam tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan pengertian (perasaan dan sebagainya): segala sesuatunya disimpan di dalam --; membaca dalam -- , membaca dalam batin (tidak dilisankan).
Fakta di atas didukung pula dengan adanya hadits yang menjelaskan keduanya secara jelas. Yang pertama, hati (heart) yang bermakna jantung. Contohnya dalam penggunaan istilah heart attack yang berarti serangan jantung. Ada sebuah hadits yang cukup populer di masyarakat yang berbunyi, “Sesungguhnya di dalam jasad ada sebongkah daging. Jika ia baik, maka baiklah jasad seluruhnya, jika ia rusak, maka rusaklah jasad keseluruhannya. Bongkahan daging itu adalah hati”. Yang dimaksud hati di sini adalah jantung (organ yang sarat dengan otot yang fungsinya menghisap dan memompa darah, terletak di tengah dada agak miring).
Yang kedua, hati (heart) yang bermakna hati nurani, atau perasaan. Ada sebuah hadits yang menyatakan, “Sesungguhnya orang yang beriman itu kalau berdosa akan terbentuk bercak hitam di qalbunya.” (Ibnu Majah) qalbu yang dimaksud di hadits tersebut adalah qalbu nurani. Ruh adalah wujud yang tidak bisa dilihat secara visual, yang dalam bahasa indonesia biasa disebut “hati nurani”. Mungkin karena terlalu panjang, orang Indonesia menyebutnya dengan “hati” saja. Hati yang menghitam pada hadits tersebut bermakna perumpamaan atau majas, yang berarti bukan makna sebenarnya.
Sampai sekarang di Indonesia organ tubuh yang populer dipakai untuk menyimbolkan perasaan adalah hati. Awalnya, bukan hanya di Indonesia saja hati sebagai simbol perasaan atau emosi tetapi hampir seluruh dunia merujuk pada organ hati (bukan jantung).
Mari kita tinjau dari historikal sejarahnya. Ada dua buah jurnal yang merujuk pada ilmu anatomi awal pada masa Yunani kuno. Pada masa itu, masyarakat percaya bahwa dalam darah mengalir jiwa. Karena pada saat mempelajari anatomi tubuh binatang, hati adalah organ yang paling banyak mengandung darah, maka ahli meyakini bahwa di dalam hati lah terletak jiwa (soul). Karena itulah persembahan jiwa pada masa itu adalah menggunakan hati binatang. Pengakuan hati sebagai organ paling vital bisa ditelusur pada karya sastra sezaman. Peristiwa pembunuhan tidak melukai otak ataupun jantung, tapi hati. Protomeus dihukum Zeus dengan menyuruh elang raksasa memakan hatinya. Hades menghukum Tytos dengan mnyuruh dua burung bangkai mematuki hatinya. Selain itu lihat kata Life atau Live yang memiliki kemiripan dengan liver-yang mungkin berakar pada hal yang sama. Bahasa Jerman pun seperti itu, hidup (leben) dan hati (leber). Kata hati banyak dipakai di negara-negara dunia untuk menyimbolkan keberanian atau perasaan. Jadi kata-kata yang sekarang di dunia barat didominasi oleh jantung seperti, lion-herted, stony-hearted, heartless, broken heart, dan sebagainya. Pada waktu dulu hal ini dipegang oleh hati.
Jika kita merunut perkembangan simbolisasi ini dan mengaitkannya dengan bagaimana dunia Arab pernah membawa ilmu anatomi Yunani Kuno pada masa Galen, mungkin ilmu ini telah disebarkan juga ke Indonesia. Kemudian, bisa jadi masyarakat kita ‘terlambat’ menerima ilmu anatomi baru (dimana jantung mulai dianggap lebih penting dari hati) sehingga tidak mengikuti sosiokultur untuk mengubah ‘jantung’ sebagi simbolisasi jiwa atau perasa. Ketika bangsa barat mulai masuk ke Indonesia, penggunaan hati sebagi simbol sudah terlanjur mendarah daging.
Permasalahannya di Indonesia adalah tidak berubahnya pengertian hati sebagai perasaan dari awal munculnya hingga sekarang. Padahal negara-negara lain sudah mengubah pengertian perasaan, emosi, seluruh yang terkait dengan kepribadian manusia menjadi jantung (baca : heart). Ada pendapat yang mengatakan, ini karena bangsa kita saja yang tidak mau menerima pembenaran dan tetap berpegang dengan teori terdahulu. Bisa dikatakan sesuatu yang salah yang sudah terlanjur terjadi dan dijalankan bertahun-tahun, walaupun salah akan jadi sesuatu yang benar menurut pandangan siapapun. Tidak akan berubah jika tidak ada yang mau merubahnya menjadi benar. Apakah kita harus memperbaharui perbendaharaan kata kita dengan mengubah kata “hati” menjadi “jantung”? Terdapat pendapat lain menganggap itu tidak perlu dengan penjelasan dari segi pendekatan sosial dan budayanya.
Karena bahasa adalah budaya, jadi belajar bahasa sama dengan belajar budaya. Bahasa tidak hanya bermakna harfiah (literal), tapi juga bisa dalam bentuk kiasan (idiom). Kita bisa menggunakan apapun untuk mengungkapkan sesuatu, asal ada kesepakatan bersama dalam suatu komunitas. Seperti kebiasaan orang Inggris yang suka menggunakan jenis-jenis warna untuk menunjukkan suasana hatinya, seperti “I feel blue” yang bermakna saya sedih; Kalimat “May I wash myhand?” yang artinya bolehkah saya mencuci tangan saya, sebenarnya diartikan untuk meminta izin ke kamar kecil. Ada lagi istilah “ac/dc” di Amerika bermakna banci, tapi di negara lain itu berarti arus bolak balik. Jika ditinjau dari sosiokulturnya bahasa bisa berlaku tergantung pada siapa saja yang sepakat memakainya. Jika kita memaksakan jantung sebagai pengganti istilah hati yang selama ini kita gunakan untuk mengungkapkan perasaan dan batin, silahkan saja asal semua setuju, atau kita bisa saja menggunakan kata lain asal disepakati oleh 220 juta orang negeri ini.
Perubahan itu akan sedikit aneh terdengar memang, jika kita mulai mengganti satu persatu istilah hati menjadi jantung. Seperti cuplikan lagu Aa Gym yang saya kutip di awal esai ini. Contoh lainnya yaitu, kalimat “akhirnya kita bicara dari hati ke hati” menjadi “Akhirnya kami berbicara dari jantung ke jantung”, atau istilah “patah hati” bisakah kita ganti dengan istilah “patah jantung”, atau lirik-lirik lagu Indonesia yang banyak menggunakan kata “hati” sebagai perasaan, emosi, dan cinta. Lirik “Ku akui ku main hati” diganti dengan “Ku akui ku main jantung” pasti sangat aneh kedengarannya. Lalu bagaimana dengan pernyataan “hati ku berdebar-debar melihat dirinya” kadang sang pembicara sambil mengelus-elus dadanya. Apa yang dielus? Bukankah itu jantung? Kerancuan kata ini karena budaya yang sulit diubah. Juga karena dari awal kita sudah biasa dengan istilah hati, keanehan ini sama seperti jika kita ganti istilah apel menjadi pisang. Dan mari kita kembalikan lagi lirik lagu di awal artikel ini ke lirik aslinya,
“Jagalah hati, jangan kau nodai. Jagalah hati, lentara hidup ini.”
Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang haqiqi dalam hidup, ia tak kan berkurang saat kita memberi atau menyebarkannya. Dunia teus berkembang sesuai dengan seberapa besar ilmu pengetahuan yang diketahui manusia dari alam semesta ini. Inilah gunanya mengapa manusia diciptakan memiliki akal.

Pengetahuan-pengetahuan yang telah kita ketahui saat ini adalah hasil dari penelitian dan penemuan para pendahulu kita dari berbagai bidang. Para penemu terdahulu yang sering kita pelajari di buku muatan lokal di jenjang pendidikan dari tingkat paling dasar ke paling tinggi pun berlabel paten dimata dunia. Sebenarnya ada sebuah kebenaran yang sulit diungkap dan dipublikasikan dibalik itu semua.

Christoper Colombus, Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Louis Braile, siapa yang tak kenal mereka dibalik karya-karyanya yang diakui dunia dalam teknologi dan pengetahuan. Sejarah dunia mencatat dan mempatenkan teori-teori mereka, namun apakah kalian tahu? Jauh berpuluh-puluh abad sebelum lahirnya mereka peradaban islam telah berkembang pesat. Tepatnya pada abad ke-9, di kota Babilonia, yang sudah terang benderang jauh sebelum Thomas Alfa Edison menemukan lampu.

Apa perasaan kita saat kota Greenwich yang berada di London menjadi acuan waktu dunia, padahal jelas-jelas Ka’bah yang berada di Makkah adalah tepat 0o meredian pusat bumi, itu juga didukung oleh Syaikh Dr Yusuf al-Qaradhawi dan juga sejumlah pakar geologi Mesir seperti Dr Zaghlul Najjar, dosen ilmu bumi di Wales University di Inggris, serta Ir Yaseen Shaok, seorang saintis yang mempelopori jam Makkah, Abraj Al-Bait. Sungguh kenyataan yang membuat kita sakit hati sebenarnya. Pengakuan Christoper Colombus yang menemukan Benua Amerika pada tahun 1492, padahal Laksamana Muslim Ceng Ho dari Cina telah menemukan Amerika 70 tahun sebelumnya. Namun tak ada pengakuan apapun dan publikasi apapun tentang semua hal ini. Bahkan sempat juga fakta ini terlihat ditutup-tutupi dari publik.

Banyak lagi penemu dan para ilmuwan islam yang telah menemukan hal-hal baru jauh lebih dulu dari apa yang kita ketahui sekarang. Ali bin Ahmed Al-Amidi seorang ilmuwan tunanetra telah menemukan huruf braile 600 tahun sebelum Louise Braile, yang menemukannya pada tahun 1851. Leonardo Da Vinci yang terkenal dengan catatan fosil-fosil yang diindikasi menjadi asal dari cairan bumi, ternyata belajar dari terjemahan buku-buku islam ke dalam bahasa yunani, yang disusun oleh Ibnu Sina. Ini merupakan inti masalah yang jelas, bahwa peradaban islam mengalami kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan, pertanian, ekonomi, arsitektur bangunan jauh lebih dulu dari bangsa barat.

Lalu mengapa kita tak tahu? Mengapa ini semua ditutup-tutupi, mengapa mereka semua tidak diakui? Penemuan-penemuan atau teori baru tentang pengetahuan terlihat bersumber dari bangsa-bangsa barat. Padahal jelas-jelas mereka hanya meneruskan atau bahkan mengambil alih hak cipta dari para ilmuwan muslim.

Fakta-fakta ini juga penulis dapat dari kumpulan rubrik sufi di Republika ini. Ada satu argumen terbaru lagi, bahwa ternyata 90 % para penemu yang meraih nobel dunia berasal dari kaum Yahudi. Ini merupakan tamparan bagi kita, renungan bagi kita, untuk bisa meneruskan kemajuan pengetahuan dari ilmuwan-ilmuwan muslim terdahulu, agar dunia tahu, bahwa kita telah ditipu oleh sejarah.


It makes me cry,, really!
Keinginan muncul saat kita tertarik pada sesuatu.
Mimpi itu datang saat keinginan kita mencapai puncak.
Dan berani bermimpi, adalah taruhan untuk berani berjuang mendapatkannya,,,” itu landasan teori yang banyak di ungkap dari para pemimpi besar yang telah mencapai mimpinya. Dan banyak ditulis di buku-buku motivasi yang menguak kekuatan mimpi.
Itu memang tak bisa kita sangkal.
Karena memang itu logikanya juga, yang banyak kita pelajari, dari beberapa pengalaman kita,, benar kan?
Mimpiku untuk masuk ITB, mimpiku untuk menjadi ilmuwan wanita muslim pertama id Indonesia, mimpiku untuk go abroad, dan mimpi-mimpiku yang lain,,,
Cepat atau lambat pasti akan terjadi. Sekali lagi kukatakan PASTI. Karna Tuhan tidak akan mengabaikan permintaan dan doa hambanya.
Tapi bahkan kadang Tuhan menggantinya denganyang lebih baik, dan itu tak kita sadari, sungguh tak disadari...
Aku banyak belajar dari mimpi-mimpi sang Pemimpi besar, Ustadz Mardani, ALmukarom Ustadz Mahrus, Alif di Negeri 5 Menara, tokoh idolaku BJ. Habiebie, juga beberapa tokoh di novel 5 cm.
Belajar bagaimana perjuangan keras mereka semua menggapai mimpi-mimpi mereka.

Hufh,,,,
Namun, satu yang sedang kumengerti sekarang. Karena taqdir Allah akan tetap berlaku sesuai dengan jalannya. Mungkin hanya ada beberapa yang bisa berubah,,,
Jika aku ditakdirkan untuk emnjadi mahasiswa ITB , ya kau pasti akan dipermudah untuk mendapatkannya.
Tapi jika tidak,,, mungkin Tuhan akan menyukarkannya.

Pernahkah kau menangis ?
Pernahkah kau menangis memikirkan mimpi-mimpimu?

Aku bingung kenapa aku sering menangis ya?
Memikirkan mimpi-mimpiku,,,
Memikirkan orang-orang disekelilingku yang aku kisahkan tentang mimpi-mimpiku,,,

Mario Teguh berkata: Kekhawatiran datang saat beban lebih besar daripada kemampuan.

Nah, itu yang aku rasakan sekarang,,, tapi dilain sisi aku percaya, bahwa Tuhan pasti kan menunjukkan KUASAnya pada saatnya….

Kufikir aku terlalu memikirkan teori ,,
Aku terlalu memikirkn kecemasanku dan kekhawatiranku,,,
Ingin rasanya seperti yang lain, tidak punya ambisi, tidak punya mimpi, hanya menjalani hidup layaknya air saja, mengalir, bergerak kearus yang searah, kekanan bila arus ke kanan, ke kiri bila harus kekiri.

Kuasa Tuhan memang segalanya,
Kita tengok teman2 kita yang sudah berhasil menggapai mimpi-mimpinya.(SNMPTN Undangan)

Tak Pantas sekali jika kita berfikir Tuhan tak adil. Sangat tak pantas. Karena Jalan orang berbeda-beda. Tak pantas juga kita banding-bandingkan perhitungan amal kita kepada Tuhan. Karena Ia sangat tak perhitungan untuk memberi nikmat kepada hambanya, Ya kan?

Intinya Aku juga gak akan nyerah. Suatu saat Masmuhah akan jadi sarjana dari Insitut Teknologi Bandung. Oke!!!

Walaupun entah lulusan tahun berapa.

Itu tulisanku sebelum semua takdir ini terjadi,,, entah itu luapan keputusasaan atau awal dari sebuah perjuangan yang baru dimulai. Yang akau fahami sekarang, bahwa Tuhan ternyata tak mengizinkanku untuk meraih mimpi-mimpiku tersebut.

aku masuk Fakultas Hubungan Internasional (Internasional) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ini jelas bertolak belakang dengan minatku ke bidang science. Sangat bertolak belakang. Awalnya aku agak ragu, apa memang inikah jalan yang diberikan Tuhan padaku? Atau ini hanyalah rintangan sebagai awal perjuanganku untuk menggapai mimpiku lebih keras dengan bersabar menunggu tahun depan? Namun dengan segala tanda-tanda yang diberikanNya (contohnya, aku tidak lolos seleksi berkas di Dubes Jepang untuk mendapat beasiswa engineer) aku kini yakin, bahwa inilah jalanku.

Aku hanya merasa harus bertanggungjawab atas mimpi-mimpiku yang telah kurajut di awal kelas 3 SMA. KIR sebuah organisasi yang aku rintis di SMA ku, itulah yang memotivasiku. Apakah aku akan buang dengan gampangnya? Tidak begitu.. aku tidak bisa melupakannya begitu saja. Aku korbankan ekschool hafidz qur’anku demi fokus di kelas IPA. Ternyata saat kukejar,, ia menolaknya.

Saat kita melihat ke atas, tak henti-hentinya ketidakpuasan akan terus menggandrungi pikiran kita, tapi cobalah kita lihat kebawah teman-teman kita yang belum diberi kesempatan untuk kuliah,, Rasa syukur terluap dengan memandang hal itu.

Aku sangat bersyukur karena banyak sekali orang-orang disekelilingku yang membangkitkan semangatku. When Im down, They rise me up....................
Here They are (via inbox fb, sms, phone) :

My mother : ”Sudahlah berfifkir realistis saja, mana sekarang yang diterima,kamu juga dulu pas kecil pernah ngomong ke ayah, -aku ntar kuliah mau masuk HI –yah!- sampai ibu ma ayah mikir,”ni anak masih kecil pikirannya udah ke sana aja ”

Rahel : “ wowow emg mau nyoba dimana lagi? Semangat neng! Kan udah diatur sama yang atas,, UIN Karen kok!”
(temen sebimbel yang sama-sama pengen ke ITB, tp dia lolos)

Ustzh. Rizma Ilfi : ” Ocha syang,,, Rasa gak terima itu muncul krn dalam diri kita, ada rasa ’maksain Tuhan’. Sebaiknya kalo berdoa janagn ’menunjuk’ apa yang kita inginkan. Contoh : Ya Allah, saya ingin masuk ITB... Doa seperti itu tidak boleh dan jangan pernah dilakukan. Karena itu berarti kita ’maksa’ Tuhan. Hasilnya : jika tidak sesuai akan amat sangat kecewa dan juga akan timbul su’udzon sama Tuhan,,, Yakinlah, Tuhan lebih tau apa yang kita butuhkan, BUKAN yang kita inginkan. Jawaban itu, akan terbukti nanti, bukan sekarang. Kita masih hidup di dunia. Bukan di sorga yang katanya serba instan. Mengapa tidak instan? Karena DIA akan menguji sejauh mana kamu dekat denganNYa. Prosesnya bagaiman,,, jika prosesnya baik, hasilnya juga akan baik. U Masalah berat atau tidaknya sesuatu, jika kita berfikiran itu berat, maka mindset kita akan tercetak berat. Hidup it u sudah sulit cha, jangan dibebani yang berat-berat. Dientengin aja sambil tetap husnudzon sama Allah. Ooh, Dia menghendaki ku seperti ini? Hadapi saja, mantapkan hati, niatkan dalam pikiran bahwa ”ini adalah taqdir saya
Kalo ocha udah mantap berfikir, niscahya tidak akan pernah mengecewakan orang, apalagi ortu. Jangan bimbang, nanti ortu Ocha juga bingung, mereka hanya bisa mendoakan anakk2 mereka supaya lebih baik dari mereka,,,, Tetap semangat ya sayang,,,, I always with you,, beside U even your shadow,,,

Ocha tetep semangat ya cyn,,, jangan pernah berkata: Ya tUhan, aku punya masalah yang sangat besar,,, Tapi berkatalah : Hai masalah, saya punya Tuhan yang Maha Agug
Dan jangan pernah minta diringankan hidup, tapi berdoalah agar bisa tahan banting.”
(Istri Pimpinan My beloved Pondok Darunnajah)


K’ Dian Nieta Azizah : “HI bagus kok Cha, nggak selamanya yang dianggep orang bagus bener bagus buat kita. Yang namanya berlian, intan , emas itu mau ditaruh dipasir atau di selokanpun, masih tetep batu mulia. Sedangkan debu dan kotoran, walaupun adanya di antara emas, tetep aja dia kotoran, yang penting kan skill kita. Buktiin ke ITB bahwa mereka nyesel nggak nerima berlian kyak lo!!”
(kakak kelas ku, pernah mendapat program Yess ke USA 1 tahun)

K’ Filda Azalia : "Iya,,, apapun yang terjadi itu yang terbaik. Cha harus YAKIN!!! Semua harus bisa kita terima. Pasti Allah bakal ngasih yang lebih baik lagi. Iya pokonya harus SEMANGAT!! Cha,, Jangan takut ama keadaan hajar terus!!!!!!!!
(kakak kelasku juga, yang sering cerita—dia di kedokteran YARSI)

Mamanya Azizah : ”Sabar... Allahitu lebih tau cara yang terbaik buat Ocha. Haram hukui teknik kan? mnya kalo kita suudzon sama Allah. Allah lebih tau apa yang kita butuhkan, bukan yang kitainginkan. Keinginan kita seringkali tercampur dengan hawa nafsu. Ocha kan sudah berusaha dan berdoa. Sekarang tinggal berhusnudzon sama keputusan Allah. Kata Azizah, Ocha dapet HI di UIN> ,enurut tante ambil aja, sukses gak selalu harus dari tenik kan> HI bagus lo cha,, Ocha kan anaknya katif,, bahasanya juga bagus,, cocok kok cha!”
(mamanya temen baikku Azizah)

Ust. Zaki : ”Tidak ada yang salah dengan ketentuannya,,, tetap husnudzon!! Pd Nya....”

Mas fathoni : ”Satu pintu tertutup, seribu pintu terbuka,,”

My Friends:

Navida :” Cha tiap orang pasti pernah merasakan gagal tapi apa mau sedih terus? Enggak kan? Allah punya sesuatu yang indah di balik apa yangAllah kasih ke Ocha. Perjuangan gak berhenti samapi disini. Aja cha! Masih panjang!! Vida pernah gagal jadi dokter, tapi vida bangkit masuk komuniksi .. karena Allah tahu kemampuan kta Cha!”

Azizah Fajar P. : "Ocha tuh cocok masuk HI kok, kata mamah, gak cocok berkutat diruangan ,, harus aktif!! Keren tau Cha, apalagi kelas Internasional, sayang banget tuhmm kalo gak diambil. Gini nih, kalo udah dapet jadi kurang bersyukur! Nikmat allah tuh gak harus pake kerja keras yang sanagt-sangat! Kalo dikasih yang baik dengan Cuma-Cuma harus lebih bersyukur lagi."

Herweningtyas Rakhmadani: "iya btul-betul!! Sebenernya ini Cuma masalah lucky sama taqdir,, jiwa loe yang tau lo harus gimana... yang udah jelas dan lo tau itu adalah lo dapet HI!! Semanagat!!"
(temen seperjuanganku, mencapai ITB. Kami sama-sama gagal)

Inggit Sugiharti : ”Ochaaa, still there is other way,, ok,,,, keep smile, i support U!!
(temen deketku seperjuangan di pondok)

Rahma Vima : ”percaya cha, percaya bahwasanya takdirmu sedang berjalan, hanya tunggu. Dan lihat apa kejutan yang Allah nberikan untuk mu. Semoga uca diberkahi dan dimudahkan oleh Allah. Jangan down! Dan tetap tegar!! Jarang2 lo!! Punya nasib sama jelas sama orang sukses,,, (A. Fuadi pengarang novel Negri 5 Menara)\”
(temen ceritaku, cuma satu kelas dibawahku, jadi masih di Darunnajah)

Imanurul Aisha : ”Semangat dong Cha! Mungkin kesempatan kamu jadi diplomat!! Hehehe,,,”

Nazila Nurul R. : ”ok deh,, jangan patah semangat!! Cha! Doakan yang belum beruntung!! Ya,,,\\”

Novita Akria Putri : ”Rasulullah pernah bilanglihatlah kebawah,, jangan lihat ke atas, dari sini kita bisa mabil hikamahny,,”

Mafida Ria Kartika : ”Mungkin Ocha yang anak sosial itu paling bagus yang Allah kasih, Amin. Tujuan penting Proud parent!”

St. Azizah : "Tetep semangat beep! Perjuangan belum berakhir!! Walau banyak halangan, kalau ada kemauan pasti bisa!"

Selvia Youlanda : "kalo lo nolak suatu test UMUM non mandiri, ,, lo sama aja ngebuang kesempatan orang cha!! Kalo soal test umum kayak gitu,, yang loo pilih harus bener!! Gak boleh ½ ½, untung gw gak milih HI kemaren,, kalo gak gw kesel banget ama lo!! Sama kayak undangan ,, 152 orang yang keterima menolak."

Shinta Fitri Handayani: Semangat Cha!!!





Aku sanagt terharu membaca semua support orang-orang disekelilingku! Dan aku hanya bisa berkata, Terima Kasih,, aku akan Ikhlas menerima ini semua..dan semangat kembali menghadapi hidup,,
pesan terakhirku,,,
Akhir SMA adalah masa penemuan jatidiri yang sesungguhnya, mau kemana kita dan mau jadi apa kita!! Aku tidak pernah menyesal mempunyai mimpi-mimpi yang besar!! Karena aku telah berusaha dan berjuang keras untuk mendapatkannya. Ingat gak ada yang sia-sia di dunia ini.. Walaupun gagal, aku bangga pernah mempunyai mimpi itu dan memperjuangkannya. Dan ternyata Tuhan memberikan aku jalan lain, sebagai misteri yang harus aku pecahkan untuk mendapatkan hakikat mimpi-mimpiku selama ini. \

Jangan pernah takut bermimpi!!
Dan jangan pernah bermimpi kalau kau tidak memperjuangkannya!!
Juga jangan kaget dengan hasil yang akan Tuhan berikan nanti,,, karena itu adalah jalan terbaik yang diberikan Tuhan yang takkan kita duga-duga.


Title of book : BJH Bacharuddin Jusuf Habibie His Lufe and Career
Author : A. Makmur Makka
Edition : MArch, 1999




Summary :


Summary :
He is better then known as B.J. Habibie and his name child is Rudy, was born on June 25, 1936, in Pare-pare, South Sulawesi. The fourth child in a family of eight of Alwi Abdul Jalil Habibie and R.A. Tuti Marini Puspowardojo, stayed only for one year at ITB, because in1955 he was sent by his mother to study at Rheinsich Westfalische technische Hochschule Aachen, Germany.
After He studied seriously for five years, B.J. Habibie earned his Diplom-Ingenieur with Cum Laude (his average grade was 9.5) at the Faculity of Mechanical Engineering, Department of Aircraft Design and Construction. Young B.J. Habibie a very devout Moslem who always fasts every Monday and Thrusday, in the end brilliantly earned his Doctor-Ingenieur at the Faculity of Mechanical Engineering, Department of Aircraft Design and Construction with Summa Cum Laude (his average grade was 10.0), in 1965.

B. J. Habibie started his career in Germany by becoming the Head of Research and Development of Structure Analysis in the Hamburger Flugzeugbau Gmbh, Hamburg, Germany (1965-1969): Head of Method and Technology division of Commercial and Military Transport Airscraft MBB Gmbh, Hamburg and Munchen (1969-1973): Vice President and Technology Director MBB Gmbh, Hamburg and Munchen (1973-1978) : and Technology Senior Advisor to the MBB Board of directore (1978). In 1977 he delivered is Professorship oration in Aircraft Construction at the Bandung Institute of Technology.

B. J. Habibie married with dr. Hasri Ainun Besari, the fourth daughter in a family of 8 of Haj Mohammad Besari, on May 12, 1962. They are blessed with two sons, namely : Ilham Akbar and thareq Kemal, who were born and raised in Germany. To the call of service to built the nation, B. J. Habibibie returned home in 1974, when President Soeharto ask him to come back.

Strated his career at home as an Advisor to the Indonesian Government in Adviced Technology and Aircraft Technology, who is directly responsible to the President of the Republic Indonesia (1974-1978). In 1978, he was appointed Minister of State for Research and Technology, concurrently Head of the Agency for the Assessment and Application of Technology (BPPT). He maintained this job for 5 term-of-office during the Development Cabinet until 1998.

Before the Indonesian people held the General Election in 1997, Habibie informed his family and close associates, that he was planning to retire after his term-of-office in the Sixth Development Cabinet expires. However, Man proposed, God Disposed. Close to the holding of the 1998 General Session of MPR-RI, the name of B. J. Habibie emerged, together with several other names, as Vice President candidates, but after the criteria for Vice President was set, i.e. a person able to preserve, nation’s unity and cohesion and is knowledgeable about science and technology, the name B. J. Habibie became the sole candidate. On March 11, 1998. MPR-RI elected and installed Prof. Dr..-Ing B. J. Habibie as the seventh Vice President of the Republic of Indonesia.

In the mean time, the economic crisis tahat hit the Asian region engulfed Indonesia, and it led to a political crisis as well as a crisis of confidence. The crisis became more serious and the people were demanding a reform so that in the end, on May 21,1998. president Soeharto announced his resignation. In conformity with article 8 of the 1945 Constitution, on the same day, at 9.00 a.m. West Indonesian Time, Prof. Dr.-Ing. B. J. Habibie took the oath of office as Presidebt before the chairman and member of the Supreme court.

Thus, a glimpse of B. J. Habibie, who has 2 grandchildren, and who , in the beginning was planning for his retirement, finally followed to what history dictates to become the seventh Vice President and the third President of the republic of Indonesia;




My favorite part of this book,
(karena buku ini pake bahasa inggris, jadi perkataan Pak Habibie yang sebenarnya pake bahasa Indonesia jadi keikut bahasa inggris, akhirnya aku co-past aja, takut salah nerjemahinnya, xixixi)

• He is an Intelligent person. Even a genius and out of the 130 million inhabitants, there is only one B. J. Habibie. These are no mere idle words. (comment of Military Technology Magazine)
• Rudy (nickname of BJ. Habibie was child) was very clever in reciting Qur’an, and he managed to “khattam” several times. He could also be quite stubborn. When he quarreled with his brothers or sisters, and thought he was right, he would protest when he was put in wrong. But when he knew that he was wrong. He would accept being scoled and punished. So we knew that he whennhe ccepted his punishment, he really had been in the wrong. (Mrs. Subono Mantofani, A siste’s Prayers, SABJIH 1986)
2 juni 2011
Entah aplagi yang biksa kuperbuat selain merusak, memecahkan, menyenggol, membuat tidak benar. Itulah anggapan ibuku. God! Kemarin aku baru saja menghilangkan sepedah motor satu-satunya milik keluargaku, ditangan pihak berwajib. Feeling jelek itu kini menjadi nyata. Padahal biasanya jika aku punya pikiran jelek itu tak akan jadi nyata. Satu kesimpulan lagi*. Ah, tp, aku capek bermain dengan hukum alam, yang ada itu Cuma proses dan hasil, juga nasib. Tak ada yg namanya factor keberuntungan.

Satu bulan lagi pengumuman hasil snmptn, tapi, sebenarnya aku sudah akan mengetahuinya 5 jam lagi. God! God! God! Allah
1. Tak ada manusia yang terlahir sempurna
2. Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
3. Kita pasti pernah dapat cobaan yang berat
4. Seakan hidup ini tak ada artinya lagi,,,]
5. Syukuri apa yng ada hidup adalah anugrah
6. tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbak.
7. TUHAN PASTI KAN MENUNJUKKAN
8. KEBESARAN DAN KUASANYA
9. Bagi hambanya yang sabar,,,
10. Dan tak kenal putus asa,,
11. Jangan menyerah-JANGAN MENYERAH-JANGAN MENYERAH,,,


One more inspiring song in my life after lascar pelangi. Why? Because when I’m down It raise me up.
1. It tell me about, really-really no body’s perfect in the world, it mean we can’t mind “how perfect she is!” and iri ith herself, than think, why I’m not born like her. Really sure, coz GOD create a creature with different in alla side, different in rizqi, different in brain, different in face, and different character, and different takdir. And every human has a weakness and goodness.
2. “Jangan kau sesali segala yang pernah terjadi,,” I’m down because I know there are many wrong answer that was answered by me in snmptn. But, Right! For what we regret full with everything was happened. Inside, after we try hard/ ikhtiyar, just give the conclusion and takdir to GOD, who have a Majesty of the conclusion of everything. There is a big chance for God, to do everything to make my dream reall over the ability of his creature. Right! Just many pray and certain, Allah maha mendengar, dan Maha mengabulkan Doa
3. “Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat.” Every human has a different disaster/ try in sadness in their life. Just make it an education to step forward. We r used to be polite, polite, and polite. Remember Man Shabara Zhofira (Who polite, he will get it)
4. Seakan hidu ini tak ada artinya lagi. When I get disaster yesterday, suddenly I said , I wanna day? What for my life except to make myparent glad have myself,and I’cant do it? What can I do except the bad things like destroying, spend a money, and make my mom cry?

5. What must I do? And the solution is: Praise everything that I had. I can breath, I can follow the privat study with big cost, I can see, from where all kind of this luxurious,???? Just God, The Lord of the Lord.I remembered one of ayat Alqur’an (barang siapa yang bersyukur, maka allah akan menambah nikamatmu.
Selalu ku sakiti engkau dengan kesibukanku memikirkan mimpi2 dunia yang fana ini,,,
Kubalas kemurahanmu dengan ketidakpercayaanku dengan kuasamu,,,
Dan perhitunganku dengan secuilnya amal-amalku,,,,
Tanpa kusadar limpahan kasihmu tercurah untukku,,,
Maafkan hambamu yang Tak tahu terima kasih Ya Rabb
Maafkan hamba yang terus menerus menuntut padaMu
Tanpa memikirkan sudah tuntaskah kewajibanku padamu
Limpahan syukur atas kasih sayangMu Ya Rabb
Limpahan sujud kubersimpuh padaMu atas Cintamu pada seluruh hambaMu,,,
Ampuni hamba yang:
Selalu menyibukkan diri dengan ambisi-ambisi dunia hamba,,,
Jarang sekali memikirkan kebesaran dan KeberadaanMu yang selalu mengiringiku,,,
Terlalu perhitungan atas amal-amal yang telah kukerjakan,,,
Terlalu mengenyampingkanmu,,,
Hanya datang jika kubutuh saja,,,
Tidak memikirkan keegoisanku atas semua kasih sayangMU,,
Sangat kalut bukan karena tumpukan dosa-dosaku,,, namun hanya karena mimpiku tak tercapai
Jauhkan syetan-syetan mimpi ini dari qalbuku ya Rabb\
Selalu meminta kepentingan duniaku saja,,,
Lupa akan kerinduanku ingin memlukmu,,,
Lupa dunia hanya sementara,,,
Merasa pantas disebut muslimah
Merasa telah mengerjakan amal baik,,
Padahal dosa-dosa banyak aku lakukan
Sombong akan diri hamba,,
Sombong diantara makhluk-makhlukMU yang lain,,,,
Lupa bahwa maut didepan mata…
Lupa bahwa hanyalah amal yang akan kubawa di alam qubur,,,
Lupa bahwa akan aa perhitungan amal di akhirat nanti,,,
Lupa akan nistanya diri ini,,,,,


Hamba sekarang hanya :
Ingin bertemu Nabi Muhammad SAW
Ingin berkunjung ke Baitullah,,
Bermanja dilimpahan kasih Mu,,,
Hamba ingin meninggal di Baitullah Ya Rabb,,
Dirumah kasihMu,,,

HAnya dengan dirimu Hatiku tenang,,, Ya Malikul Quddus,,,,
Tak ada yang bisa kuajak bercerita,,,,
Hanya denganMu
Apa dayaku jika Kau menjauh dariku,,,
Kemana lagi aku akan bercerita tentang kesedihanku,,,tentang rasa syukurku,,, tentang kisah hidupku,,,,?
Pada siapa lagi aku akan bersujud?
Sungguh aku hanya ingin dekat dengan MU
Tuhan yang selalu memberi kasih
Tuhan yang selalu memberi rizqi melebihi pinta hambanya,,,
Siang Terik itu bertepatan sepulang SNMPTN tulis, Rabu, 1 Juni 2011. Awal bulan yang buruk bagiku. AKu berniat untuk mengunjungi teman lamaku dari Jember yang diterima di Universitas Indonesia, Amalia Puspita dan Rusi Habibatul Marda, di asrama UI bersama sahabatku Herweningtyas Rakhmadhani (Titis). rencanaku memang seperti biasa berangkat dari rumah (Citeureup) naik motor, so far perjalanan terakhirku kemarin bersama Azzaturrabicha (Azha) sahabatku juga, sukses dengan selamat, (karena titlenya, STNK motorku ternyata habis dari 3 tahun yang lalu dan belum diperbaharui, sedangkan aku sendiri belum mempunyai KTP "KTP aja tak punya apalagi SIM?") menuju ITC Depok.

Ini kali kedua perjalananku Bogor Depok yang lumanyun jauh. Bensin full, helm, masker, siap berangkat oke!!!! Perjalanan awalu nyamperin Tyas di pertigaan Polsek Depok, lancar. Namun, entah kenapa hatiku deg-degkan dari awal perjalanan ini. "kenapa ya?"
Tak sampai 10 menit kami berjalan, sudah terjebak macet, dan ADA POLISI. Awalnya terlihat mereka hanya mengatur lalu lintas saja, namun, tiba-tiba salah satu diantara mereka yang terdekat jaraknya dari kami, emmperhatikan plat nomor sepeda motorku, (Allahummasholliala sayyidina Muhammad 7x) bacaku dalam hati, Dan ternyata,,,,,, Ya,,, dan ternyata,,,,, Aku disuruh merapat ke trotoar dan berakhir dengan SURAT TILANG DENGAN TUDUHAN RANMOR (alias Pencurian Motor ) alamak,,,,,, P: Police A:aku
Police say, Mana STNK? inikan belum diperbaharui dari tahun 2008?"
I answered. " Iya Pak, ini saya mau ngambil STNK ke rumah tante, disitu,,,,?"
P : "emang rumah tante dimana?"
A : "di UI pak?"
P : " di UI kok di situ, UI mah jauh di sana!!!"
A : " yah maksudnya ke arah sana kan pak? (nervous mati, karena boong abis)
P : "ini masuk sini (aku pun digiring ke kios salon potong rambut) SIM mana? "
A : "saya baru bikin KTP pak, itu juga masih diproses (jujur)
P : "Sekarang saya tanya naik motor gak ada STNK pelanggaran apa bukan>?)
A : " ini saya mau ambil,,,,------------
P : "pelanggaran apa bukan?"
A : "Iya pak,,,,
P : Naik motor belum punya SIM pelanggaran bukan? "
A: (sudah mau nangis ) "iya pak)
P : Kamu saya tilang, motor saya tahan, kalau mau balik silahkan bayar denda ke pengadilan dan bla-bla-bla-bla-bla.................................-------------
A :"FGDGDG hdiuasgfhjsdnhbuikawgyhnjskhgikdjnvfikgyuirhfsnbiyagolmklnbiulw ` 4yoppKMNHBOJI3947658346833U0IFP;ONVGKJDHVKJXCVNKJHBVKJDGVN
KDNVFG......" (ribuan bualan, alasan, permohonan, negioasiasi kulontar. namun berakhir dengan sentakan
P : " saya gak mau tahu, akmu saya TILANG. MAna akrtu identitas...............!"

Dengan pasrah aku menerimanya, dan saat ku baca untuk pertama kalinya dalam hidupku,,, aku mendapat title menegangkan di surat tilang itu

nama : Masmuhah
status : Terdakwa
Sidang : Jum'at
tempat : Pengadilan Negeri Depok
tuduhan : RanMor (parah nih polisi,,, gue beli ni motor,,, akagak nyolong!!0

Emang hukum Negara kadang tidak adil. Hufth!